Skip to main content

Negara dengan budaya seks paling bebas di dunia

Negara Dengan  Budaya Seks Paling Bebas Di Dunia


 Seks telah menjadi sesuatu yang lazim di dalam kehidupan masyarakat jaman sekarang. Bahkan, perselingkuhan dalam sesuatu hubungan suami istri juga tak lagi dipandang tabu meskipun melanggar ajaran Agama serta budaya Timur.
Sikap pasangan yang gemar ‘mencari hiburan di luar’ inilah yang menjadi kontributor mutlak meningkatnya angka perceraian kini ini. Tetapi, pohon tak bakal bergoyang apabila tak ada angin: Perkembangan industri seks di berbagai negara turut menjadi penyebab kaum pria rentan dalam kenasiban seks bebas.
Kali ini saya hanya sekedar memberikan informasi,so berpikir Positif lh selalu gaess. Berikut ini kami sajikan Negara dengan budaya seks paling bebas di dunia.

1. Thailand

      Dengan rata-rata 45 dari 10.000 orang wanitanya memilih profesi sebagai pelacur, Thailand terbukti tepat dijuluki surga seks tak hanya bagi wisatawan lokal, bahkan wisatawan luar negeri.
Rata-rata wisatawan terkonsentrasi di tahap Patpong di Bangkok, yang dikatakan daerah paling baik untuk berlangganan pelacur-pelacur muda dan cantik dengan harga yang tak terlalu mahal. Selain itu Sebut saja di Kota Pattaya yang dijuluki “Sodom dan Gomora modern” karena terkenal dengan kehidupan seksnya yang bebas
Bahkan, Thailand juga populer dengan PSK waria dan pria gay. Meskipun prostitusi sebetulnya ilegal di Thailand, tetapi kegiatan itu diperbolehkan asalkan peraturan diperbuat dan pekerja seksnya memperoleh tes infeksi kelamin.

2. Finlandia

       Siapa sangka, seks di negara yang terkenal dengan pendidikannya ini dianggap positif. Konon, banyak orang di sana yang memilih tidak menikah agar bisa gonta-ganti pasangan dan bebas tidur dengan siapa saja tanpa memikirkan komitmen dalam hubungan.
Banyak rakyat Finlandia gemar hubungan seks rambang, serta itu adalah sebuah yang diizinkan di dalam adat masyarakatnya.

3. Prancis

        Di Perancis, budaya seks di kalangan anak muda sudah menjadi hal lumrah. Pemerintahnya sendiri bahkan menetapkan aturan batas umur untuk melakukan hal begituan, yakni berusi 16 tahun ke atas. Bahkan, prostitusi di sana dilegalkan dengan aturan-aturan tertentu.
Perancis menjadi satu-satunya negara yang terbuka dengan anak-anak dalam urusan seksual, jadi memungkinkan pemerintah menempatkan batas umur bagi melihat film yang menampilkan seks ganas, Fifty Shades Of Grey, merupakan 12 tahun.
4. Italy

        Italia merupakan sebuah negara yang kaya dengan sejarah serta kualitas adat yang sudah ada sejak ribuan tahun lampau. Tetapi, adat yang hijau tak rutin menerjemahkan keelokkan moral masyarakatnya.
Momen penghancuran Pompeii tempat seks paling bebas di Italy seusai letusan gunung berapi mendadak membasmi kota seks kuno itu dari peta dunia sebuah ketika dahulu, sampai skandal seks mantan PM Italia Silvio Berlusconi yang terdapat gemar berlangganan pelacur kelas ataspada tahun 2011, Italia terbukti identik dengan industri seks yang meriah serta penuh glamor.

5. Jerman

         Rupanya negara-negara Eropa terkenal dengan budaya seks mereka yang bebas. Selain Perancis dan Italia, Jerman juga melegalkan industri prostitusi. Tercatat, dari 10.000 wanita, 49 di antaranya bekerja sebagai pekerja seks komersil.
Tak semacam negara-negara Uni Eropa yang lain, pelacuran adalah satu industri yang sangat luas, sistematis, serta dibenarkan hukum di Jerman.
Bahkan, suatu survei menunjukkan lebih 60 persen wanita Jerman sempat curang kepada pasangan mereka.

6. China

      Terus berevolusi adat China, menyebabkan terus berevolusinya kegiatan seksual di negara ini. Ingin bukti? Hanya dalam tempo 8 tahun, 5000 toko penyedia perlengkapan serta keperluan seks sudah berdiri serta hanya berdiri di satu kota, yaitu Beijing.
Ditambah China mempunyai SEXPO, dimana warga China datang untuk mengecek perlengkapan seksnya. 70% produk seks dunia merupakan buatan China, Untuk hal-hal yang sudah disebutkan maka China masuk dalam daftar.
Nama kota di China ini adalah Dongguan. Kota di Provinsi Guangdong itu dijuluki “kota seks”, karena rata-rata satu pria memiliki tiga pacar perempuan atau lebih. 
Fenomena itu dianggap warga Dongguan sebagai hal wajar, karena jumlah populasi perempuan di kota itu lebih banyak ketimbang jumlah pria. Ketidakseimbangan jumlah populasi itu tak lepas dari “kebijakan satu anak” yang ditetapkan Pemerintah China selama bertahun-tahun.
Meski demikian, Dongguan juga dikenal sebagai kota produksi barang-barang elektronik terkenal, salah satunya tempat produksi iPhone dan iPad.

7. Jepang

        Terbukti seks di Jepang bukanlah faktor yang tabu. Kalau kami mengetikkan keyword sex in Japan di wikipedia, kami bakal menemukan beberapa sejarah aneh mengenai seks di jepang. Bagi penduduk di Jepang, perawan ketika malam pertama pernikahan merupakan sangat memalukan bagi mereka yang menikah di usia lebih dari 20 tahun.
Artinya mereka sangatlah jenis level bawah dalam pergaulan mereka. Faktor ini bukan hanya terjadi baru-baru ini, namun telah sejak zaman-zaman kerajaan Jepang di masa lampau. Dahulu semua perempuan diberbagi terhadap prajurit-prajurit Jepang untuk dijadikan pelampiasan nafsu mereka serta orangtua merekapun rela untuk itu. Jangan heran ketika zaman penjajahan Jepang dulu tak sedikit perempuan Indonesia yang kehilangan keperawanan oleh tentara Jepang.
Dari beberapa sumber survei terdapat fakta
Sebanyak 94 % wanita di Jepang saat Ini sudah bukan perawan lagi .
78 % pria di Jepang tidak ingin berteman dengan anak laki-laki yang masih perjaka .
75 % pria Jepang rata-rata 3-4 kali memerawanin perempuan dalam hidupnya 67 % hubungan sex SMA di jepang dikenal / sepengetahuan oleh orang tua mereka .
56 % dari wanita Jepang melepas keperawanannya pada saat sekolah baru SMA.
40 % dari wanita Jepang memberikan keperawanannya kepada temannya bukan kepada pacarnya .
34 % Seks di Jepang adalah incest ( incest ) hubungan sedarah
6 % wanita di Jepang masih perawan karena alasan seperti kurangnya kekurangan fisik atau kurang cantik.

Demikian lah rangkuman Negara Dengan Seks Paling Bebas Di Dunia yang berhasil kami rangkum dari beberapa sumber.terimakasih

Comments

Popular posts from this blog

Aplikasi Chattingan Buatan Indonesia

Aplikasi Chattingan Buatan Indonesia Aplikasi chatting sudah menjadi kebutuhan sehari-hari untuk dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga dan rekan kerja. Beberapa anak bangsa pun melihat peluang ini dengan membuat aplikasi chatting Indonesia dengan berbagai fitur menarik dan terbaru. Bukan hanya satu atau dua aplikasi chattingan buatan Indonesia,tapi sudah banyak,hanya saja kita tidak tahu dan tidak mengenalnya.Walau belum dikenal banyak orang dan tidak sepopuler Aplikasi chattingan WhatsApp maupun LINE, beberapa aplikasi chattingan buatan Indonesia ini patut banget dibanggakan dan diapresiasi. Tentu nya kita sebagai orang Indonesia harus beralih dan sekarang menggunakan aplikasi milik kita sendiri. Berikut ini bakalan kita bahas Aplikasi Chattingan Buatan Indonesia. Kuy langsung saja gaess. 1. Callind (Call Indonesia)   Aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada Mei 2016 dan dibuat oleh Novi Wahyuningsih (26), wanita asal Desa Tepakyang, Adimulyo Kebumen ya...

Negara termiskin di dunia

Negara termiskin di Dunia Di dunia ini selalu memiliki dua perbandingan yang jauh berbeda,salah satunya soal kekayaan. Banyak Negara yang cukup kaya dengan penghasilan tinggi,sehingga rakyatnya hidup makmur dan sejahtera. Tapi,tidak sedikit juga Negara yang masuk dalam kategori Miskin yang masih berjuang menaikkan taraf hidup rakyatnya. Biasanya penyebab kemiskinan disuatu Negara adalah konflik perang berkepanjangan ditambah lagi situasi politik yang tidak setabil serta pemimpin yang otoriter menjadi sebab utama terjadinya kemiskinan suatu negara. Berikut ini kami rangkum  Negara termiskin di Dunia sebagai berikut. 1. Somalia        Somalia yang berada di kawasan Tanduk Afrika ini di zaman dahulu pernah menjadi pusat perdagangan yang cukup penting.  Bahkan kala itu beberapa kerajaan di somalia seperti Kekaisaran Ajuran,Kesultanan Adal,Kesultanan Warsangali,dan Kesultanan Geledi pernah mendominasi perdagangan regional. Pada abad ke-19...